BLOG MASIH DALAM PERBAIKAN, MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN.AKAN KAMI PERBAIKI SECEPAT MUNGKIN.TERIMAKASIH...

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Nike Ardilla Interview TV3 Malaysia

Sabtu, 26 Maret 2011

MENGENANG 16 TAHUN KEPERGIAN NIKE ARDILLA


JAKARTA (Pos Kota) – Peringatan 16 tahun kepergian penyanyi legendaris almarhumah Nike Ardilla, bakal dimeriahkan artis muda sepupunya, Dinky Ardillano dan sejumlah artis top ibukota antaralin: Cut Memey, Silvana Herman, Paramitha Rusady serta Juven Dicko. Acara itu sendiri akan dimulai pada 17 Maret di Jakarta, 19 Maret di Bandung dan puncaknya 20 Maret di Ciamis.
Ratusan fans almarhumah yang tergabung dalam NAFC (Nike Ardilla Fans Club) seluruh Indonesia, juga akan ikut hadir untuk berziarah, memanjatkan doa serta berkunjung ke SLB (sekolah luar biasa), museum dan tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan RE Martadinata/Riaur di Bandung, Jawa Barat. Tidak ketinggalan kakak kandung Nike Ardilla, Aa Deden, Aa Alan dan Lia serta ibu kandungnya, Mami Nining Ningsirat akan hadir.
Menurut Dinky Ardillano,  sebagai sepupu sangat terinspirasi akan kebesaran nama almarhumah Nike Ardilla di blantika Pop Indonesia. “Sebisa mungkin saya ingin terus melestarikan dan menjaga tembang-tembang hits almarhumah agar terus dikenang di masyarakat,” tutur Dinky yang sudah merekam ulang lagu ‘Bintang Kehidupan’, ‘Suara Hatiku’ dan Matahariku tersebut padaDemi  pencapaian hal tersebut, Dinky pun telah menggabungkan fans almarhumah Nike Ardilla (NAFC) dan Dinky Ardillano Fans Club (DAFC) yang berjumlah sekitar seribuan yang tersebar di seluruh Indonesia. Obsesi Dinky tersebut didukung sepenuhnya Ketua NAFC Jakarta, Trie Ardilla Utie dan juga keluarga almarhumah Nike Ardilla.
“Kami akan mengadakan pengajian dan doa bersama untuk  almarhumah Nike Ardilla, Kamis (17/3) malam ini dan diikuti 60 ibu-ibu pengajian sebagian anggota NAFC Jakarta dan Dinky Ardillano,” terang Trie Ardilla Utie seraya menyebut acara itu dipusatkan di Jalan Madrasah At Dakwah RT.07/RW.02 No. 136, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Dinky Ardillano pelantun tembang hits Lebay, Istana Cinta dan Malaka,  saat ini didukung Bonie Art Manajemen. Aktifitas lainnya tercatat pernah ikut main dalam produksi sinetron Gerhana, Angling Darma, Lorong Waktu dan Lupus Mania, bertekad kelak bisa meraih jenjang kesuksesan puncak di blantika musik Indonesia. (santosa/B) Pos Kota,  di Jakarta.

Di kutip dari : www.poskota.co.id

Rabu, 23 Maret 2011

KEISTIMEWAAN NIKE ARDILLA

Tak banyak yang tahu bagaimana mendiang Nike Ardila merintis karier musiknya. Ternyata alumnus SMA Trimurti, khususnya eks 1-5, ikut andil dalam perjalanan karier penyanyi melankolis ini. Jauh sebelum dilambungkan Deddy Dores dengan lagu-lagu melankolis Seberkas Sinar, Bintang Kehidupan, Biarkan Cintamu Berlalu, Sandiwara Cinta, Nike kecil merintis karier dari panggung kecil ke panggung kecil yang lain. Niatya menekuni panggung tarik suara semakin serius setelah pada tahun 1985 menjadi Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI dan Juara Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung. Usia Nike waktu itu masih 10 tahun. Gelar juara membuat Nike kian berambisi meretas karier. Bahkan mojang priangan ini berani tampil di Surabaya. Nah, waktu tampil di Taman Remaja Surabaya (TRS) itulah, ada bau-bau SMA Trimurti di sini. Maksudnya? Ya, dalam beberapakali show, Andisco dan Eko Kebo ikut mengawal penyanyi yang dulunya memakai nama Nike Ratnadila ini. Eks 1-5 ini mengawal Nike lantaran sepupu Nike yang bernama Iwan, adalah teman main Andisco. Dan kebetulan Iwan yang tinggal di Jl Kanginan juga sering clubbing bersama eks 1-5. Dan ternyata, pengalaman manggung di Taman Remaja ini sangat penting bagi perjalanan karier Nike. Tepat tiga tahun kemudian, 1988, sebuah album dirilis. Tak lama Nike kian mengundang perhatian. Karier Nike tambah bersinar setelah berkolaborasi dengan Deddy Dores yang pas banget dengan karakteristik vokal dan wajah melankolis Nike Ardila. Yah, siapa sangka ada andil eks Smatri dalam karier Nike Ardila… Nike Ardilla lahir di Bandung tanggal 27 Desember 1975 dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Sejak kecil sudah mengawali karir dengan mengikuti berbagai festival menyanyi di Bandung, sampai kemudian bakatnya ditemukan oleh produser musik Deddy Dores (belum dibuat). Karir musiknya di dunia hiburan pun dimulai. Tahun 1987, oleh Ningsihrat ia diboyong ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di situ ia bertemu dengan Deni Kantong, guru menyanyinya, dan Deni Sabrie, yang kemudian jadi manajernya. Dua Deni itu memperkenalkannya pada Deddy Dores. Deddy membuatkan beberapa lagu untuk album pertama Nike yang bertajuk yang terjual lebih dari 500.000 ribu kopi. Sebelumnya Deddy Dores juga sempat menyatukan Nike dengan dua anak didik Deddy dan Deni bernama Deni Angels bersama Cut Irna dan Lady Avisha. Tahun berikutnya Nike merilis album keduanya yang bertajuk Bintang Kehidupan yang mendapatkan sambutan luar biasa, dan terjual dengan angka yang fantastis, yaitu dua juta kopi Selanjutnya Nike merilis album-album yang menjadi. Album rekaman terakhir Nike Ardilla sebelum wafat yang bertajuk Sandiwara Cinta terjual sampai menembus angka tiga juta kopi dan lima juta copy seasean. Karir Nike Ardilla dalam dunia seni peran juga berjalan mulus seiring dengan dirilisnya album pertama. Nike bermain film Kasmaran (film) (belum dibuat) bersama almarhum Ryan Hidayat 1987, dan terus melahirkan film-film box office sepanjang periode akhir 80an dan awal 90an. Nike Ardilla juga sukses dalam beberapa sinetron. 
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla meninggal dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda Genio berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan E. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke Rumah Sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisimenyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla. Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, ditengah perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata dan Nikepun meninggal seketika. Tak lama setelah kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Week menafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir “In Dead She Soared” atau “Dalam Kematian Dia Bersinar”. Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah Museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua Album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.  Di Sulawesi Barat terdapat pula rumah makan dengan nama Rumah Makan Nike Ardila yang berlokasi di Wonomulyo, Polewali Mandar. Setiap harinya di rumah makan ini diputarkan lagu-lagu Nike.

Selasa, 22 Maret 2011

AWAL KARIER

Nike Ardilla lahir di Bandung tanggal 27 Desember 1975 dari pasangan R.Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat.Sejak kecil sudah mengawali karier dengan mengikuti berbagai festival menyanyi di Bandung,sampai kemudian bakatnya ditemukan oleh produser musik Deddy Dores.Karier musiknya di dunia hiburan pun dimulai.Tahun 1987,Ibunya memboyong Nike Ardilla ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor.Di sana ia bertemu dengan Deni Kantong,guru menyanyinya, dan Deni Sabrie yang kemudian menjadi manajernya.Deni Kantong dan Sabrie memperkenalkannya pada Deddy Dores. Deddy membuatkan beberapa lagu untuk album pertama Nike yang bertajuk Seberkas Sinar yang terjual lebih dari 500.000 ribu kopi.Sebelumnya Deddy Dores juga sempat menyatukan Nike dengan dua anak didik Deddy dan Deni bernama Deni Angels bersama Cut Irna dan Lady Avisha.Tahun berikutnya Nike merilis album keduanya yang bertajuk Bintang Kehidupan yang mendapatkan sambutan luar biasa, dan terjual dengan angka yang fantastis,yaitu 2 juta unit Selanjutnya Nike merilis album-album yang menjadi best seller.Album rekaman terakhir Nike Ardilla disaat hidupnya yang berjudul Sandiwara Cinta terjual sampai menembus angka 3 Juta kopi dan lima juta copy season.Karier Nike Ardilla dalam dunia seni peran juga berjalan mulus seiring dengan dirilisnya album pertama. Nike bermain film Kasmaran yang dibintangi juga oleh Ida Iasya dan Slamet Rahardjo,1987.Dan juga menjadi pemeran utama di Film Ricky Nakalnya Anak Muda bersama almarhum Ryan Hidayat pada tahun 1990 dan terus melahirkan film-film box office sepanjang periode akhir 80-an dan awal 90-an.Nike Ardilla juga sukses dalam beberapa sinetron. Selain sebagai penyanyi dan bintang film, Nike Ardilla juga mengawali kariernya sebagai seorang model.Terbukti dengan menjadi GADIS SAMPUL 1990.